www.RumahSabut.com adalah sebuah website yang melayani PENJUALAN COCOMESH termurah dan berkualitas di Yogyakarta, berdiri sejak 3 tahun yang lalu. Bisnis ini bermula semenjak pemilik melakukan riset terhadap kemanfaatan sabut kelapa untuk penyelamatan lingkungan.

Alasan kami memilih Usaha PENJUALAN COCOMESH adalah banyaknya areal bekas tambang yang menggunakan media COCOMESH untuk media tanamnya adalah hasil impor dari India atau Srilangka. Padahal Indonesia lah, penghasil utama dan terbesar cocofiber sebagai bahan baku COCOMESH. Selain itu, kami juga berusaha meningkatkan kesejahteraan para pengrajin sabut kelapa sebagai tambahan penghasilan yang pekerja utamanya adalah ibu-ibu rumahtangga.

Kami dapat melayani permintaan Cocomesh dengan Cepat, berkualitas dan tepat waktu.  Kemampuan produksi kami adalah 40.000 meter persegi setiap bulan dengan berbagai spesifikasi sesuai permintaan. Spesifikasi umum produk Cocomesh antara lain, panjang 2×25 meter,2×30 meter,  2×50 meter, atau 1×30 meter dengan rata-rata tebal tali 0,4-0,7 cm dan jarak antar jala 3x3cm atau 4×4 cm.

Untuk melakukan pembelian cocomesh, kami memberlakukan sistem pembayaran DP 50 %, kemudian Pelunasan setelah pesanan jadi dan  barang siap dikirim. Informasi harga Cocomesh kami adalah berkisar Rp 7.000-Rp 9.000/meter, Untuk partai Besar harga bisa NEGO.

Selain memiliki tempat Produksi Cocomesh sendiri, kami juga menggandeng beberapa petani sabut kelapa untuk menjadi bagian dari mitra kerja kami, mengingat pesanan sering dilakukan dalam jumlah besar dan waktu secepat-cepatnya.

Adapun perusahaan yang sudah kami bantu untuk melakukan kerjasama dalam penyediaan Cocomesh antara lain:

  1. PT Freeport Indonesia
  2. PT Kalimantan Prima Coal
  3. PT Berau Coal
  4. PT Adaro
  5. PT Agincourt Resources Sumatera Utara
  6. PT Unitek Borneo
  7. CV Mitra Global Semesta Manado
  8. CV BatuBara Mas Abadi Samarinda
  9. PT Daya Bumindo Karunia Samarinda
  10. CV Matahari Medan
  11. CV Solusindo Mitra Utama Medan

Selain usaha penjualan Cocomesh, www.RumahSabut.com juga menyediakan aneka olahan sabut kelapa, antara lain :

  1. Penyediaan Cocopot Ramah Lingkungan
  2. Penjualan Matras Sabut Kelapa
  3. Penyediaan Cocosheet untuk pengganti fiber Glass
  4. Penyediaan pupuk cocopeat
  5. Penyediaan pupuk kandang / kompos
  6. Penyediaan bibit tanaman keras
  7. Penyediaan bibit untuk seeding, CP, CM, PJ dll

Informasi penjualan dan pengembangan Produk Cocomesh di Indonesia dari kami adalah yang PERTAMA di INDONESIA.

Untuk Informasi  dan pembelian produk Cocomesh, silahkan menghubungi :

Mansur Mashuri : 081 328 042 283 ( Founder RumahSabut.Com )
Alamat :
Jl. GedongKuning Selatan No 2o2.
Daerah Istimewa Yogyakarta
55198

Untuk membuat ethanol diperlukan proses berikut ini :
1. Proses Penyiapan Bahan Baku
2. Proses Produksi
3. Proses Pemurnian

A. Proses Penyiapan Bahan Baku
Langkah ini adalah salah satu yang sangat penting. Bahan baku apa yang akan kita buat. Karena proses produksi akan tergantung kepada bahan baku yang kita miliki. Pembuatan ethanol dengan bahan baku glukosa, pati, atau selulosa akan berbeda pada cara prosesnya. pada langkah berikut ini akan disajikan pengolahan ethanol berbasis pati. Sebagai contoh adalah dari Singkong. Langka-langkahnya adalah sebagai berikut:
- Kupas ubi kayu/jalar dan bersihkan
- giling dan saring-tampung bubur dalam drum terbuka
- tambahkan air sejumlah 1:1

B. Proses Produksi

1. Proses Liquifikasi
a.Tambahkan enzym Alpa Amilase sejumlah sebanyak 0.003%
b.Panaskan selama 30-60 menit pada suhu 90°C sampai seperti larutan sup

2.Proses Sakarifikasi
a. larutan pada 1.b didinginkan sampai suhu 55-60°C kemudian tambahkan enzym Gluko Amylase sejumlah 0,002 %
b. Suhu dipertahankan pada 55 – 60 0C sampai 3 jam
c. Kemudian didinginkan sampai suhu dibawah 35 0C

3.Proses Fermentasi
a. Tambahkan ragi roti sejumlah 0,002% kemudian pupuk Urea sejumlah 0,13% dan pupuk NPK sejumlah 0,028%
b. Biarkan selama 72 jam dalam keadaan tertutup tetapi tidak rapat agar CO2 bisa keluar
c. Fermentasi berhasil ditandai dengan bau tape dengan pH diatas 4

4. Proses Destilasi
Hasil fermentasi dimasukkan alat destilator kemudian didestilasi pada suhu 79 0C, pertahankan suhu tersebut. Fraksi Bioetanol 90-95% akan berhenti Secara perlahan. Keluarkan limbah melewati saringan untuk memisahkan imbah padat dengan cairan.

Untuk membuat ethanol, perlu persiapan alat untuk menunjang suksesnya proses konversi menjadi ethanol.
Adapun alat yang dibutuhkan adalah :
1. Tangki Fermentasi
Tangki fermentasi dapat diperoleh dari bahan tong plastic yang banyak dijual di beberapa penjual barang bekas. Biasanya untuk kapasitas 200 kg, dijual antara harga 150 – 200 ribuan. Tangki fermentasi bahan plastic, cocok untuk industri kecil. Dan proses yang digunakan adalah system batch. Waktu fermentasi antara 4-7 hari. Selain bahan plastic dapat dibuat juga dari bahan steinless. Namun ini mahal. Biasanya digunakan untuk skala industri besar. Prosesnya dibuat secara kontinu, dan menggunakan pengaduk untuk mempercepat terjadinya proses fermentasi. Waktu reaksi bisa terjadi 1-2 hari.
2. Alat Penggiling
Jika bahan baku pembuatan etanol yang digunakan dari jenis pati, maka biasanya diperlukan penggiling untuk menghaluskan bahan baku, untuk diambil patinya, sehingga mempermudah proses terjadinya pemecahan pati menjadi glukosa.
3. Tangki Pemasak / pembubur
Pati yang diperoleh, dibuburkan terlebih dahulu.
4. Tangki pemisah padatan dan cairan
Alat ini digunakan untuk memisahkan dan menyaring antara padatan pati dan cairan dari proses fermentasi
5. Tangki Penampung Bubur
Sebelum dimasukkan ke dalam tangki fermentasi, ada tangki antara antara tangki pemasak
6. Tangki penampung sludge / Lumpur hasil fermentasi
7. Tangki penampung Gas CO2, kalau ada
8. Tangki penampung etanol

Ethanol dari Jagung

Ethanol dari Jagung

Perkembangan Bioethanol akhir-akhir ini sangat LUAR BIASA. Banyak para Calon Pengusaha yang ingin terjun ke dunia Bahan Bakar Alternatif ini. Namun sebelum terjun ke dunia sana, perlu kiranya mengetahui dari bahan apa saja bioethanol bisa dibuat. Ya.. supaya tidak terjun Bebas :)

Bahan Baku Bioethanol ada 3 macam

1. Bahan yang mengandung Glukosa

Bahan ini ada pada Tetes Tebu / molasses, Nira Nipah, Nira Aren, Nira Siwalan, Nira Kelapa, Nira Tebu, Buah-buahan, Intinya bahan yang mengandung GULA

2. Bahan yang mengandung Pati / Karbohidrat

Bahan ini terdapat pada Umbi-umbian seperti Singkong/ketela, Jagung, Ubi jalar, Talas, Uwi, Sagu, dll

3. Bahan yang mengandung Selulosa

Selulosa terdapat dalam serat, seperti pada serat pada pohon, rami, serat nanas, serat pisang dan lain-lain

Yang terpenting..! sebelum menentukan usaha bioethanol, perlu diketahui bahan apa yang paling banyak dan ekonomis untuk dikembangkan. Mudah bukan :)

Membuat Biodiesel

Alat :

1. Rektor Transesterifikasi (Gelas beaker 1000 ml) 1 buah

2. Reaktor metoksifikasi ( Gelas beaker 500 ml ) 1 buah

3. Timbangan 1 buah

4. Thermometer 1 buah

5. Pengaduk 1 buah

6. Pemanas (kompor listrik) 1 buah

Pengolah Biodiesel

Pengolah Biodiesel

Bahan Baku

1. Minyak Nabati (Kelapa, sawit, jarak, Nyamplung dll) ( 750 liter)

2. Methanol ( 250 ml)

3. NaOH ( 6-8 gr)

Cara Pembuatan

1. Timbang masing-masing bahan baku yang dibutuhkan

2. Buat larutan metoksi dengan cara Larutkan NaOH dalam methanol dengan cara dipanaskan pada suhu 40 0C

3. Panaskan minyak nabati sampai mencapai suhu 50 0C, kemudian masukkan larutan metoksi ke dalam minyak nabati.

4. aduk campuran minyak dengan larutan metoksi hingga rata, pertahankan pada suhu 65 0C. lakukan pengadukan antara 1-2 jam.

5. Hentikan pengadukan, hingga terlihat campuran terpisah antara 2 lapisan. Lapisan atas biodiesel dan lapisan bawah Gliserol

6. Pisahkan biodiesel dari gloserol

7. lakukan pencucian dengan air sebanyak 20% (lebih baik dilakukan 3x)

8. pisahkan antara air dan biodieselnya

9. Panaskan biodiesel hingga air terpisah

10. Biodiesel siap digunakan

Disusun oleh : Mansur Mashuri, ST (Manager R&D Repindo)

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.